This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, 15 December 2017

Kunci Hubungan Yang Baik Adalah Saling Percaya

Kunci Hubungan Memang Rasa Saling Percaya. Tapi Bila Komitmen Dilanggar Untuk Kesekian Kalinya, Lebih Baik Sudahi Saja

Kepercayaan itu adalah kunci utama bagi seseorang yang memiliki suatu hubungan. Apalagi jika hubungannya jarak jauh, harus lebih bisa percaya dan memberi kepercayaan yang lebih kepada dia.
Karena suatu hubungan yang tanpa memiliki kepercayaan maka akan sulit untuk bertahan. Yang ada hanya akan mudah curiga yang berlebihan yang mengakibatkan saling marah gak jelas dan bisa jadi akan saling memutuskan untuk pergi.

Kalau Kamu Gak Bisa Percaya Sama Pasangan Kamu, Udah Pasti Kamu Gak Bakalan Bertahan Lama Sama Pasanganmu

Karena cuma kepercayaan yang bisa kamu pegang. Kalau kamu gak bisa percaya sama pasanganmu, bagaimana mungkin kamu bakalan bisa bertahan sama dia.

Meskipun kepercayaan itu tidak mudah, tetapi kalau dia sudah menjadi pasanganmu setidaknya kamu harus memberi kepercayaan kepada dia. Entah kepercayaanya dikhianati atau tidak yang terpenting kamu harus memberi kepercayaan terlebih dahulu.

Yang Ada Malah Cuma Saling Curiga Satu Sama Lain Dan Akhirnya Malah Tengkar

Saat memutuskan untuk bersama seseorang, sama artinya dengan kamu mempercayakan sebagian mimpimu kepadanya. Kamu merelakan sebagian dari hatimu untuknya, dengan harapan dia akan menjaganya baik-baik. Lalu kamu dan dia melangkah bergandengan tangan menuju masa depan dengan komitmen yang kalian sepakati berdua.
Tapi terkadang yang terjadi selanjutnya kadang tidak sesuai rencana. Sebuah hubungan memang tidak mungkin berjalan mulus selamanya. Komitmen yang terasa indah saat pertama kali diucapkan, kini menjadi sebatas janji using yang kadang teringat, dan kadang tidak.

1. Kepercayaan adalah hal sederhana sekaligus sulit didapatkan. Apa yang sudah disepakati berdua harusnya terus dijaga.

Kepercayaan tidak datang begitu saja. Mungkin kamu masih mengingat sebelum kalian memutuskan untuk bersama, banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan. Memang tidak mudah untuk mempercayakan begitu saja separuh hatimu kepada orang lain. Karena kepercayaan tidak datang semudah membalikkan telapak tangan, apa yang sudah menjadi kesepatan berdua seharusnya bisa dijaga dan dipertahankan. Komitmen pada tujuan yang sama itulah yang akan mengarahkan langkah kalian menuju apa yang menjadi impian berdua.

2. Sekali dilanggar mungkin tak apa. Toh kamu juga sama-sama manusia. Barangkali kondisi yang memang menyudutkan dia.

Tetapi menjaga komitmen memang tidak semudah menjaga uang. Uang bisa dengan mudah kamu simpan di bank, lalu segalanya akan aman. Namun komitmen adalah sesuatu yang tak kasat mata, tak bisa disembunyikan ataupun disimpan dengan rapi dengan kode brangkas yang tidak terpecahkan selain olehmu sendiri. Kamu menyadari bahwa kamu juga manusia biasa. Terkadang ada alasan atau memang keadaan yang menyudutkan, sehingga komitmen itu dilanggar.

3. Tapi kesabaran hati juga ada batasnya. Bila komitmen dilanggar berkali-kali, mungkin dia memang tidak menghargaimu lagi.

Sekali dilanggar, tidak apa-apa. Kamu masih punya cukup hati untuk menerima. Tapi bukankah kesabaran hati juga ada batasnya? Kali kedua dan kali ketia pelanggaran komitmen itu seharusnya membuatmu bertanya-tanya. Sebuah kesalahan harusnya menjadi pelajaran, agar nanti kesalahan yang sama tidak berulang. Melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, bukan hanya dia tidak pernah belajar, tapi juga karena dia tidak cukup menghargaimu sebagai pasangan.

4. Dan bila komitmen tidak lagi dihargai, untuk apa kamu tetap bertahan sendiri? Sementara dia dengan mudah menggampangkan semua

Kini semua sudah menjadi jelas. Barangkali, dia tidak menganggapmu sebagai sesuatu yang serius. Dia menggampangkan semua, berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama, dengan alasan toh nanti kamu juga akan memaafkan. Di sini, kamu berjuang sendirian. Kamu menjaga habis-habisan apa yang tak pernah dia lakoni secara benar-benar. Sampai di sini, apakah kamu masih ingin bertahan sendiri sementara dia dengan mudahnya mengingkari janji?

5. Memaafkan memang membuat hidup lebih tenang. Tapi memaafkan tidak sama dengan terus-terusan mengalah dan memberi kesempatan.

Kata maaf adalah senjatanya untuk kembali, meski telah menyakiti berkali-kali. Kamu pun diambang dilema. Menyimpan amarah dan mengingat-ingat kesalahannya juga akan membuatmu semakin terluka. Memaafkan justru akan lebih mudah, karena kamu akan segera move on dari luka. Tapi memaafkan tidak selalu berarti memberi kesempatan lagi. Kamu bisa memaafkannya, melupakan apa yang telah dia lakukan, sekaligus melupakan mimpi-mimpi yang pernah kalian rangkai bersama.

6. Jangan sampai kamu terus bertahan dan terus percaya dalam hubungan yang menyakitkan hanya dengan alasan cinta yang masih ada.

Bila mengikuti aturan cinta, tentu semuanya terasa mustahil untuk dilepaskan. Menghilangkan cinta tak akan semudah membalik telapak tangan. Dengan alasan masih cinta, kamu berusaha tetap bertahan dan memberi kesempatan. Segala sesuatu ada batasnya. Ada kalanya kamu harus menyerah, karena dia yang kamu pertahankan memang tak bisa diharapkan. Jangan sampai, hanya karena alasan masih cinta, kamu terus-terusan membiarkan dirimu terluka.

7. Katanya cinta memang tidak mengenal logika. Tapi tanyakan pada hati kecilmu sendiri: pantaskah dia diberi kesempatan lagi?

Cinta membuat segalanya menjadi rumit. Yang benar dan yang salah seringnya tak bisa ditentukan dengan mudah, bila sudah dicampuri oleh cinta. Tapi ketika kebimbangan antara cinta dan menyerah di depan mata, coba tanyakan pada hati kecilmu sendiri. Apakah dia masih bisa diajak melangkah ke masa depan? Apakah dia orang yang tepat untuk dipercayai mimpi-mimpimu lagi? Dan apakah kamu tidak bosan mengulang-ulang adegan yang sama karena dia tidak pernah menjadi dewasa?

8. Jangan takut untuk melepaskan apa yang memang tak layak dipertahankan. Yakin saja, bahwa nanti ada cerita yang lebih indah dari ini semua.

Menyerah memang tidak mudah. Apalagi karena rasa itu memang masih ada nyatanya. Tapi di sini, kamu harus belajar untuk mengambil keputusan. Jangan pernah takut untuk melepaskan apa yang memang tidak layak kamu pertahankan. Memang sebuah perpisahan pasti akan menimbulkan luka. Setelah keputusanmu untuk menyerah, kamu akan memulai segalanya sendirian. Tapi tenang saja, seiring waktu, luka itu juga akan segera berlalu. Di luar sana, sebuah garis cerita yang lebih indah sudah dipersiapkan untukmu.
Sebuah hubungan yang dewasa, adalah hubungan yang berdasarkan pada rasa percaya. Itu tandanya kalian berdua sudah sama-sama dewasa dan tidak lagi saling memaksa. Tapi kepercayaan juga ada batasnya. Karena jika komitmen terus-terusan dilanggar, dia akan kehilangan maknanya. Segala sesuatu harus ada batasnya, karena itu, terkadang kita memang harus memaksakan logika kepada cinta. Agar cinta tidak jadi identik dengan luka.


Mencintai Tanpa Di Cintai

Mencintai Tanpa Dicintai Menunggu Tanpa Diminta, Jatuh Cinta Seperti Itu Rasanya Sangat Menyakitkan

Cinta baru akan terasa membahagikan jika orang yang kita cintai juga mencintai kita, dan pasti akan menyakitkan bila dia tidak membalasnya. Aku pernah jatuh cinta pada seorang laki-laki yang tidak mencintaiku, aku menunjukkan rasa cintaku dan aku mengungkapkannya.
Dia menolakku jelas sangat menolakku, namun aku masih menunggunya, berharap ada sebuah kejaiban, berharap perhatianku, ketulusanku dan usahaku padanya bisa membuatnya jatuh cinta padaku. Ternyata aku salah besar, sebab apa yang aku lakukan tidak membuatnya jatuh cinta padaku. Dan sungguh itu sangat menyakitkan sekaligus membuatku menyadari betapa bodohnya diriku.

menunggu tanpa diminta dan tanpa ada jaminan kalau dia bakalan menjadi milik kita. Tulus tanpa pernah diminta, memberi tanpa harus mendapatkan balasan, rasanya sangat berat bila harus merasakan itu semua. Dan anehnya rasanya tidak ada laki-laki lain yang bisa aku cintai selain dia, aku pernah jatuh cinta semenyakitkan itu, dan itu tetap aku rasakan hingga sekarang
.

Pada Akhirnya Aku Harus Rela: Rela Melihat Senyumnya Walau Bukan Aku Yang Membuatnya Tersenyum Dan Bukan Untukku

Jatuh cinta tanpa dicintai tentu membuatku harus rela, rela melihat dia tersenyum walau bukan aku yang membuatnya tersenyum dan walaupun senyum itu bukan untukku. Aku harus rela dengan merasakan rasa sakit itu. Sangat pedih rasanya ketika berharap senyumannya itu untukku tapi nytanya untuk orang lain.


Menunggu tanpa dipinta tentu saja membuatku harus tabah, tabah ketika melihat dia tampak terlihat nyaman dan bahagia jalan dengan wanita lain yang bukan diriku. Kau taukan seperti apa rasa sakitnya harus tabah melihat orang yang kita cinta jalan dengan wanita lain, rasanya sangat nyesek seolah nyawah terasa akan dipisahkan dari raga kita.
Pada Akhirnya Aku Harus Sabar: Sabar Menahan Cemburu Pada Wanita Yang Diajak Jalan Olehnya

Meski aku mencintainya, meski aku menunggunya tanpa dicintai olehnya tanpa dipinta olehnya tetap saja aku bukanlah siapa-siapanya. Karenanya aku harus sabar, sabar menahan cemburuku, sabar dari rasanya ingin memaki wanitanya, sebab yang bukan siapa-siapanya sudah tentu tidak boleh mengatakan cemburu, tidak boleh menuntut dan hanya boleh menjadi penonton dan menikmati rasa sakitnya menahan kesakitan yang dirasa.

Pada Akhirnya Aku Harus Ikhlas: Ikhlas Melepaskannya Meski Hati Tidak Pernah Merelakan

Mau gimana lagi kalau memang dia tidak cinta dan tak bisa memaksakan dia untuk mencintaiku. Ikhlas merelakan dia bersama wanita lain, ikhlas menerima kenyataan bahwa yang dia butuhkan, ikhlas merelakan dia bersama wanita lain yang bisa membuatnya dia bahagia, walau sebnarnya dalam hati tidak pernah ada kata ikhlas untuk merelakannya

Sunday, 10 September 2017

Berjuang sendiri tanpa di perjuangkan oleh nya

           Berjuang Sendiri Tanpa Diperjuangkan

“Apa yang membuat kau menangis malam-malam begini?”,
“aku gapapa”, 
“aku tak yakin bahwa kau benar-benar tidak apa-apa, apa kau ada masalah? Kalau iya, aku mau menjadi pendengar yang baik untukmu”,

 “aku memang ada masalah tapi aku bisa kok menangani masalahku sendiri“,
“walaupun kau bisa menangani masalahmu sendiri tak ada salahnya kau ceritakan sedikit apa masalahmu agar kau sedikit lebih lega”,
“baiklah, aku akan ceritakan. Aku hanya sedang jatuh cinta”,
 “lantas apa yang membuatmu menangis sesegukan malam-malam begini kalau masalahnya hanya jatuh cinta? Apa kau jatuh cinta sendirian?”,

 “iya sepertinya”, “apa kau mencoba memperjuangkannya?”,
 “hmm iya”, “Apa kau Sakit berjuang sendirian?”,
“iya, sangat”,”Tapi apa kau pantas memaksakan dia untuk memperjuangkan mu kembali?”,
 “iya pantaslah, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat. Dia sudah buat aku jatuh cinta. Bahkan jatuh cinta sendirian!”,

“aku rasa tidak. Karena sekeras apapun kau memaksa, kau akan tetap berjuang sendirian”. “tapi dia sudah buat aku merana karena jatuh cinta”

“Sayang, mari kita sama-sama saling menguatkan karena aku juga merasakan hal yang sama. Berjuang sendirian tanpa diperjuangkan. Dia (yang kau perjuangkan) merasa bahwa kita (yang berjuang) belum benar-benar pantas untuk mendapatkan hatinya. Belum benar-benar masuk ke dalam kriteria yang ia susun dalam kriteria pasangan yang dia dambakan. Rasanya mau menyerah. Dia membuat kita merubah diri kita yang sebenarnya menjadi apa yang dia dambakan. Tanpa dia meminta, kau akan tetap melakukannya”. “apa kita bodoh?” “Iya memang. Namun pada dasarnya suka yang baik itu adalah ketika kita menyukai seseorang, seseorang itu menerima kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita. Boleh saja kita merubah diri kita, tapi dalam hal kebaikan. Bukan hal diluar kemampuan kita ataupun diluar yang bukan menjadi diri kita sendiri.”

“Apa kita harus menyerah?”, “Itu bergantung kepada hatimu, sayang. Apa kau masih kuat berlari mencapai finish? Jika kau tak kuat dan kaki mu benar-benar lemas kau boleh saja berhenti ditengah jalan atau jika kau masih kuat kau berjalan santai menuju finish, walaupun kau tahu itu hanya sia-sia karena sudah ada orang lain yang mencapai finish terlebih dahulu”.
“Kalau aku, mau lihat seberapa dia peduli terhadap ku. Seberapa pentingkah aku dalam kehidupannya. Jika aku hanya kepingan-kepingan yang tak mampu dia satukan, aku akan berjalan mundur tanpa dia tahu. Kau tahu? Karena berjuang tak sebercanda itu. Karena berjuang memerlukan banyak waktu dan tenaga”.
“Lalu apakah aku harus sepertimu? Melihat apakah aku benar-benar penting dalam kehidupannya?”, “sayang, kau tahu? Bahwa yang aku lakukan belum tentu mampu membuat dia yang kita perjuangkan melihat kita seutuhnya, bisa saja yang aku lakukan juga sia-sia sepertimu yang mampu berlari kencang hanya diawalnya saja. Sekarang kita hanya perlu berdoa kepada Tuhan yang membolak-balikkan hati kita. Karena hanya itu yang kita perlukan. Kita hanya perlu mencairkan hati manusia dengan do’a, percayalah”.
“jika kita sudah berdo’a tapi dia tak kunjung melihat kita bagaimana?”, “simple. Dia hanya bukan jodoh mu. Jika dia pikir kau belum pantas untuknya, Tuhan pun berkata dia belum pantas untukmu. Jangan khawatir, Tuhan lebih tahu ketimbang manusia”, “baiklah,aku paham sekarang. Terima kasih”.
Tentang berjuang dan memperjuangkan. Dua hal dalam satu ikatan yang tak terpisahkan (menurutku), karena apa? Karena dalam memperjuangkan bisa saja kau diperjuangkan juga, atau bahkan yang lebih pahitnya kau berjuang sendiri mati-matian.
Berjuang sendirian, banyak sekali hal pahit untuk dijadikan pelajaran. Salah satunya menghargai perasaan orang lain. Untuk tidak memberikan hal-hal yang memang pada akhirnya tidak bisa kau capai. Untuk tidak menciptakan hal-hal yang justru tidak bisa kau berikan hasilnya. Yang pada akhirnya hanya doa lah yang mampu mencairkan segala kecemasan yang ada dalam hati. Kita hanya perlu memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik. Memantaskan diri. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa berjuang sendirian tak pernah menyenangkan tapi dibalik itu ada poin-poin penting yang harus kau ambil.
Selamat berjuang para pejuang, semoga perjuangan dan doamu segera mungkin di-iya-kan oleh Tuhan. Jika kau menyerah untuk berjuang ingatlah untuk segera sujud, karena hanya itu penenang yang paling ampuh selain apapun.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More